Is it possible ya Allah ?
Para pembaca, kali ini dalam tulisanku ini, aku ingin menceritakan
tentang dua hari bersamanya. Sebelum hari itu, disuatu pagi yang mendung dan
hujan rintik-rintik, aku sudah berada didalam perpustakaan (e-library)
Universitas Islam Indonesia. Pagi itu begitu gelap, dilengkapi dengan lampu
ruangan yang belum dinyalakan sepenuhnya didalam perpustakaan.
Sambil menunggu loading internet yang begitu lemot, saya mencoba membuka jejaring social Facebook, dengan
melihat beberapa pemberitahuan, membaca pesan dan membaca status. Tak dinyana
loading time situs yang aku tuju sudah selesai, kulanjutkan lagi surfing
kedalam internet dalam smart engine “google”
Beberapa menit kemudian, terlihat tanda pemberitahuan yang ada di
facebook, langssung kucoba untuk membukanya. Kulihat seorang perempuan
men-share subuah pengumuman kedalam group “mentoring 2013” yang isinya akan
diadakan LKIM (Latihan Kepemimpinan Islam Menengah) yang di adakan oleh DPPAI
(Direktorat Pelatihan dan Pengembangan Agama Islam) pada hari Saptu dan Minggu
depan. Langsung saja aku kirimkan sms pendaftaran karena sebelumnya saya juga
sudah diberitahu oleh sala seotrang teman saya terkait acara tersebut.
Jam sudah menunjukan sudah pukul 11.30 sudah menujukan waktu
shalat dhuhur, hari itu adalah selasa. Segera kumatikan computer yang sedang
kugunakan tersebut.
Menunggu hari pelaksanaannya LKIM, dating sebuah informasi melalui
sms, akan ada muhashabah akbar yang akan diisi oleh ustadyang sering dijuluki
dengan ustad shadaqah, yaitu ustadYusuf Mansur. Bersamaan dengan acara LKIM
yaitu hari saptu, sempat berfikir mana yang ingin aku pilih, hingga akhirnya
kembali lagi kerencana awal yaitu mengikuti acara LKIM yang sudah kuinginkan
sejak awal.
Tiba juma’at, menuju shalat jum’at dan dan Technical Meeting untuk
acara LKIM pada hari saptu dan minggu. Dalam khotbah juma’at dan setelah shalat
jum’at ust Yusuf Masur memberikan topik pembahasan tentang keutaan Do’a, “bisa
makan kewarung Stek dengan Do’a” katanya, sempat hamper tertawa semua para jamaah
yang ada didalam masjid Ulil Albab tersebut.
Berfikir kembali, spertinya menarik mengikuti rangkaian acara
muhasabah akbar ini,diacar muhasabah akbar tesebut juga akan debirikan
pengumuman lomba fotografi “sudut terindah Masjid Ulil Albab” yang yang saya
ikuti munggu sebelumnya. tapi dalam hati mengatakan tidaklah, niatku yang utama
adalah mengikuti LKIM. Jadi kuputuskan untuk mengikuti LKIM saja.
Technical meeting 14.00, not ontime dan tidak banyak banyak yang
dating, tapi tak apalah, tak menyurutkan semangatku mengikuti LKIM tersebut.
Hari saptu datang intruktur sebelumnya mengatakan, pelksanaa hari
pertama adalah materi dari jam 7.30 hingga menjelang ashar.
Dari isnilah di mulainya 2 hari bersamanya dalam acara LKIM ini.
Rasa ketertarikan itu datang , terlihat dari sudut belakang ada beberapa
peserta perempuan yang sudah datang dan menmpati duduk didepan, tapi bhanya
satu membuatku mengangkat pandanganku kepada kaum hawa.
Parasnya begitu elok dankerudungnya itu menujukan bahwa ia adalah
seorang wanita yagn sholihah, saat aku meliriknya, ah…, aku merasa malu sekali,
langsung saja aku tertangkap basah sesaat menatapnya, seolah melihat sosok
putri seorang raja, dan langsung saja kembali kutundukkan pandanganku
terhadapnya dan segera mencari tempat duduk untuk kududuki.
7.30, 7.40, 8.15, akhirnya acara telah dimulai, inilah kebiasaan
kita , selalau tidak sesuai jadawal, tapi tak apalah.
Materi pertama, berjalan sangat menarik dengan pembicaranya
yang fun,
disela waktu kucoba untuk melirik perempuan yang paginya kutatapnya, rasa
penasaran itu datang dengan sendirinya dan mulai mempengaruhi fikiran, siapakah
dia,saat kuliriknya, ia sempat tersenyum dengan teman sebelahnya, begitu manis
senyumannya, begitu menenagkan.
Hingga datang akhirnya materi terakhir dan mata rasanya sudah
mulai sayup karena bosan dan mengantuk, tapi untung saja, di akhir waktu
pemateri mengisi materi dengan sangat menarik, beliau yang menceritakan
beberapa pengalaman hebatnya. Dan disitu, kucoba lagi dan lagi,aku meliriknya,
masih memiliki rasa keingintahuaan terhadapanya, saat aku menatapnya dari
kejauhan, tak sseperti sebelumnya, ia membalas tatp mataku, aku tak tahu, entah
apa yang ia fikirkan, apakah ia merasa rishi dengan apa yang kulakukan ini atau
apa.
Materi telah selesai hingga pukul 15.00, panitia LKIM memberi
pengumuman bahwa setelah ashar, semua peserta diharap berkumpul ke rusunawa
putra yang berada di sebelah selatan GKU kahar mudzakir.
Didalam bus, perjalanan menuju Desa wisata kelor, Turi, yang aku
lakukan hanya banyak diam, karena saat itu aku hanya baru mengenal beberapa
saja, dari semua peserta yang ada.alhamdulillah, pukul 5.30 sampai ketempat
tujuan, sedang hiujan, dan suasana semakin dingin.
Aku lari, saat pertama turun dari bus, karena sudah sedari tadi
menahan untuk melakukan hajat kecil.
Suara adzan maghrib sudah terdengar, dan segera kuselesaikan
urusanku untuk kemudian melangsungkan shalat maghrib berjamaah. Beranjak
setelah shalat maghrib hingga isya, dilakukan untuk tadarus bersama, kemudian
telah usai tadarusnya, dilanjutkan dengan shalat isya berjama’ah.
Langsung saja para peserta laki-laki mendapat kesempatan pertama
untuk mengambil hidangan makan malam yang telah disediakan oleh warga yang
mungkin telah dipesan oleh panitia LKIM sebelumnya telah dipesan. Disela makan
kucoba untuk mencari sosok permpuan dengan senyum manisnya itu, tak dapat
kutemukan dimana ia bersila, baiklah, tak apa, kulanjutkan saja makanku ini.
hingga acara sealnjutnya yaitu api unggun, mungkin acara ini yang paling
ditunggu-tunggu oleh sebagiaan peserta termasuk aku. Tapi saying, panitia
mengatakan, berhubung dengan cuaca yang tidak mendukung, jadi acara api unggu
dibatalkan, sempat kecewa dengan pernyataan panitia tersebut.
Dilangsungklan saja keacara selanjutnya, adalah acara “curhat on
air” kata panitianya. Tapi yang judapatkan bukanlah seperti curhat yang
sebagaimana aku ketahui, tapi adlah
subuah diskusi yang terjadi.
Dalam diskusi tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok
pertama membahas tentang “Indonesia di pimpin oleh seorang musli, tyapi ia
tidak amanah baik,dan sebagainya”, disisi lalinnya yaitu kelompok kedua
membahas tentang “Indonesia dipimpin oleh seorang no-muslim, karena ia amanah,
baik, dan sebagainya”
Disitulah aku mulai mengenalnya, perempuan yang senyumnya mampu
menenangkan. aku dan dia berada dalam satu kelompok. Dalam hasil diskusi kedua kelompok, diadakan kepada kedua
kelompok untuk saling mendebatkan hasil diskusi antar kelompok.
Saat itu ia ingin mencoba menyanggah pendapat dari salah seorang
peserta kelompok kedua. Aku merasa sangat senang dan juga merasa down, karena
ia memperkenalkan dirinya dan yang membuatku down adalah, betapa fasihnya ia mengalunkan
kalimah-kalimah allah yang ia hafal, sedangkan aku, aku yang tak terlalu
memiliki ilmu banyak mengenai agama allah. Subhanallah.
Dalam pertengahan perdebatan, aku mencoba melihat kebelakang
akrena kebetulan sekali ia berada dibelakangku,m dan tanpa sengaja aku
menumpahkan minumannya yang ia taruh didepannya, sangat malu rasanya, segera
kulontarkan kata maaf kepadanya, tapi ia malah membalasnya dengan senyum
manisnya dan mengucapkan “iya, nggak papa kok.” Aku hanya tersenyum saja dan
salah tingkah.
Diskusi “curhat on air” telah usai, hingga akhirnya tiba saatnya
untuk tidur, dan bagi peserta putri dipersilahkan untuk kembali menuju balai
yang telah disediakan untuk peserta perempuan. Sempat kucapkan kembali kata
maaf kepada perempuan itu, tapi ia tak menjawabnya, ia malah membalasnya dengan
senyumannya.
Ah, mengapa wanita selalu seperti ini, selalu bisa membuat seorang
laki-laki menjadi salah tingkah. Hmm.. mungkin ini adalah pengantar tidurku
malah ini.
Hingga datang pada pagi harinya, saat acara utama akan dimulai,
yaitu outbond, dari semua peserta peserta dibagi menjadi 6 kelompok, kelompokku
adalah ke-2 dan kelompoknya yang ke-3. Dalam permainan semuanya dibagi tiga
kelompok dalam sebuah permainan, kelompokku berlomba antara kelompok 1, 2, 3.
Sengan sekali bisa dalam sepermainan dengannya.
Permainan pertama adalah memasukan bola kedalam ember , dengan
menggunakan, selembar peralon yang deilempengkan, “inti dari permainan ini
adalah keseimbangan dan kerjasama”. Dalam perlombaan tersebut aku mencoba untuk
menjadi pemandu diantara anggota kelompokku, mengarahkan ini itu, kadang merasa
geram Karen tidak menuruti perintah, tapi akhirnya aku mampu membawa kelompokku
untuk menang, dengan waktu 6 menit, sedang kelompok ke-1 9 menit, dan keompok
dia (ke-2) tidak berhasil memasukkan bola kedalam ember.
Kemudian adalh permainan ke-2, kembali aku mencoba untuk mengatur
strategi untuk kelompok kami, sebenarnya ini hanyalah pernmainan kecepatan
dalam mengisi penuh, air kedalam gallon tapi aku mencoba mengarahkan yang terpenting
adalah kesabarandan ketepatan walaupun ytang masuk hanyalah sedikit demi
sedikit. Dan belum sampai 5 menit waktu yang ditentukan , kami bisa memenangkan
kembali. Sempat kuberi semangat kepada kelompok dia, terutama kepada dia, ia
menjawabnya hanya dengan senyuman saja.
Dilanjutkan lagi ke permainan ke-3 yaitu “menyebrangi tali-tali
denga kerjasama tim” kucoba untuk mengatur strategi kembali, strategi berjalan
dengan lancer kami lebih duluan sampai ke tujuan, tapi tak kusadari ternyata
kelompokku telah melanggar aturan yang telah diberikan oleh wasit, dengan
demikian kelompokku menjadi kalah.
Berlanjut kepermainan yang sangat menarik yaitu menangkap ikan
dalam kolam, dan ya, kelompokku dapat menangkap ikan terbanyak dari kelompok
lain. Disamping itu saat ia pertama masuk kedalam air mencoba untuk menangkap
ikan, begitu menyenangkan melihatnya menangkap ikan, ia menggunaken roknya
untuk menangkap ikan, sesaat beberapa peserta tertawa dengan cara menangkan
ikannya.
Dan tiba akhirnya permainan terakhir yaitu menyebrangi kolam
dengan berbagai permainan, ada yang dengan jembatan dengan seutas tali, dan
seperti ayunan. Semuanya kulewati dengan sempurna, hanya saja satu yang kurang,
yaitu saat menyebrangi jembatan, percobaan pertama aku hanya sampai tengah saja,
dan datang hingga percobaan ke 2, 3, akhirnya aku bisa melewatinya dengan
sempurna, karena dirasa aku belum terlalu basah, karena terjebur, dan
sepertinya sangat asik untu menceburkan diri kedalam kolam akhirnya aku
langsung memasuki air dan basah. Sungguh menyenangkan hari itu. Tak dapat
terlupakan hari itu.
Datang akhirnya acara terakhir yang ditunggu-tunggu. Yaitu telusur
sungai. Dalam telusur sungai tak kusadari ternyata ia berada dibelakangku, ah.
. senangnya hatiku, bisa berjalan bersamanya. Dalam kesempatan itu aku mencoba
mencarikan jalan yang tidak terlalu berbahaya, untuk dilewati, sedikit senang
karena hampir dalam perjalanan menyusuri sungai.
Tiba di air terjun, adalah sesuatu yang sangat menantang, karena
disitu terdapat tangga untuk dianaiki dan secara otomatis adalah melawan arus
air terjun. Disisi lain, disana lah aku merasa senang, aku tak tahu apakah dia
takut untuk naik atau dalam keadaan akan jatuh, tanpa sengaja ia memegang
tanganku, menarikku beberapa saat hingga naik keanak tangga, tapi datanglah
perasaan cemburu, ketika ada salah
seorang teman laki-laki, yang mencoba membantunya untuk naik keatas, dengan
memegang kedua tangannya, sempat merasa geram terhadap temanku yang satu ini.
Syukurlah dia selamat sampai keatas, walaupun terlihat sedikit kwalahan
menhadai terjangan air dari atas. Dan perjalanan berakhir sampai disitu.
Kembali kebalai dimana tempat kami berkumpul, inilah saatnya
pengumuman siapakah yang memenangkan perlombaan tadi pagi, aku sangat optimis
akan kelompok kami. Karena hamper semua permainan kami taklukan. Pada
pengumuman pertama yaitu kelompok terbaik, ternyata kami adalah pemenang kedua,
selisih sedikit nila dari sang juara satu tapi tak apalah. Kemudian ada peserta
terbaik, yang kuharapkan adalah aku, tapi entah kenapa yang menjuarainya adalah
ketua kelompok kami, aku sempat berfikir, jadi apa yang kulakukan dalam permainan
tersebut itu apa ? ah.. ya sudahlah.. ada beberpa pengumuman pemenang yang
lainnya saya juga belum termasuk itu, hingga akhirnya, yang tak kusangka
dimasukkan dalam pembagian hadiah tersebut adalah “peserta pertama akan
mendapatkan coklat”, haha… aku sempat
tertawa dan bertanya apakah benar ini dimasukan dalam pembagian hadiah? Dan
akhirnya aku mendapatkan coklat tersebut akibat hasil dari pendaftar pertama.
Selesai sudah semua
rangakaian acara outbond di desa wisata, kelor, turi. Hingga saatnya menaiki
bus UII seperti pertama berangkatnya. Dan kini sedikit hidup keadaan dalam bus,
karena sudah agak emngenal satu sama lain. Hingga akhirnya sampai di UII dan
semuanya turun, saatnya pembagian sertifikat keikutsertaan.
Selesai pembagian, kulihat dia sedang berdiri sendirian, dalam
hati aku ingin menyapanya, aku ingin mengenalnya. but is it possible ya Allah ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar